Selasa, 20 April 2010
Pecahan Hujan Meteor di Wisconsin diTemukan.
Senin, 19 April 2010
Temuan Dua Hewan di Bawah Es Antartika Mengejutkan
Secara tak disengaja, kedua makhluk itu terlihat di bawah lapisan es sedalam 600 kaki yang tak ada cahaya. Sebelumnya, ilmuwan hanya menemukan tak lebih dari beberapa mikroba di sana.
Karena itu, tim dari NASA sangat terkejut saat mereka mengirimkan kamera video guna mendapatkan gambar lebih jauh tentang isi lapisan es di Antartika. Tiba-tiba, seekor makhluk seperti udang melintas lalu berdiam di kabel kamera. Para ilmuwan juga mengaku melihat seekor makhluk yang memiliki tentakel panjang dan memercayai itu adalah milik seekor ubur-ubur raksasa.
"Kami sebelumnya berasumsi tak ada apa pun di sana," kata peneliti es NASA Robert Bindschadler yang akan mempresentasikan hasil temuan itu melalui video dalam pertemuan American Geophysical Union. "Itu adalah seekor udang yang tentu Anda inginkan ada di piring makan Anda," guraunya.
Namun secara teknis, Bindschadler menjelaskan bahwa itu bukanlah seekor udang, melainkan Lyssianasid amphipod yang masih memiliki kekerabatan dengan udang. Video ini tentu dapat menginspirasikan para ilmuwan untuk berpikir kembali mengenai apa yang mereka ketahui tentang kehidupan di lingkungan yang asing.
Jika memang ada binatang sejenis udang bermain-main di bawah lapisan es sedalam 600 kaki di laut Antartika yang gelap, bagaimana dengan di tempat lain? Bagaimana dengan di Eropa, di Bulan yang dingin, atau bahkan di Planet Jupiter yang sangat besar itu? (Pri/AP/OL-04)
Software Pembaca Pikiran Manusia
Perusahaan perangkat lunak (software) Intel Corp, Rabu (7/4) memeragakan beberapa inovasinya dalam bidang teknologi komputer di Manhattan, New York. Salah satu yang mencengangkan adalah adalah software yang dapat memindai otak manusia.
Tidak memindai, software tersebut juga bisa mengetahui pikiran seseorang. Software itu melakukan analisis dengan pemindaian MRI (magnetic resonance imaging) guna mengetahui bagian otak mana yang tengah aktif dan mengetahui apa tengah dipikirkan seseorang.
Peneliti laboratorium Intel Dean Pomerleau mengatakan keakuratan software sungguh mencengangkan. Keakuratan perangkat lunak ini dalam menganalisis pikiran seseorang mencapai 90%.
Teknologi ini nantinya diharapkan dapat berguna bagi orang yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Pada akhirnya, Pomerleau berharap ini merupakan langkah awal bagi manusia untuk dapat mengendalikan teknologi melalui pikiran. (AP/Pri/OL-06)
Bintang Tua Petunjuk Sistem Tata Surya Lain
Lebih dari 90% bintang di Galaksi Bima Sakti, termasuk Matahari, mengakhiri keberlangsungannya dengan menyusut menjadi kecil dan membeku yang disebut white dwarf atau si kerdil putih. Biasanya, itu bukanlah hal pertama yang diteliti para astronom untuk mengetahui planet di luar tata surya kita.
Fokus penelitian malah kepada bintang yang mirip dengan Matahari kita. Namun, studi terbaru menunjukkan white dwarf sumber potensial untuk menemukan sistem planet dalam tata surya lain di galaksi kita.
Pada dasarnya, white dwarf terdiri dari hidrogen dan helium murni dalam atmosfernya. Setiap elemen lain yang massanya lebih berat daripada helium di atmosfer white dwarf menjadi polutan dari beberapa sumber eksternal.
Selama beberapa dekade, astronom mengindikasikan polutan berupa logam itu sebagai medium antarbintang, gas tipis yang menembus ruang di antara bintang-bintang. Hal itu karena white dwarf adalah bintang tua yang telah mengorbit berkeliling Bima Sakti. "Dan saat mengorbit itulah, mereka terkontaminasi beberapa gas medium antarbintang," jelas Jay Farihi dari Universitas Leicester. "Tapi, ternyata hal ini tidak sesuai dengan data yang ada kini."
Farihi meneliti white dwarf menggunakan teleskop luar angkasa Spitzer milik NASA dengan teknologi infra. Dari pengamatannya, terlihat bahwa terdapat debu di bagian atas white dwarf. "Hampir dipastikan ini akibat terjadinya hujan di atmosfernya," ujarnya.
Fahiri dan beberapa rekannya mengamati posisi beberapa white dwarf tersebut di Bima Sakti dan menganalisis apakan adanya debu di atmosfer itu disebabkan sapuan medium antarbintang. "Jawabannya adalah itu tidak masuk akal," kata Farihi.
Untuk mendapatkan gambar debu yang lebih jelas di atmosfer white dwarf, Farihi dan rekannya menggunakan data dari Sloan Digital Sky Survey, yang sebelumnya telah mengambil spektrum atau tanda-tanda cahaya dari 1 juta objek kosmis. Mereka menemukan bahwa beberapa jenis logam yang terdapat di atmosfer seperti silikon, magnesium, dan besi menunjukkan adanya kandungan bebatuan.
Sumber dari bebatuan itu memang belum diketahui, tapi Farihi mengatakan, ada dua kemungkinan mengenai asal bebatuan tersebut. Mereka mungkin berasal dari kumpulan asteroid atau pecahan dari planet yang hancur.
Agenda baru penelitian ini dipresentasikan pada minggu ini dalam pertemuan Royal Astronomical Society di Glasgow, Skotlandia. Penelitian ini juga mengindikasikan setidaknya 3% bahkan mungkin 20% dari white dwarf yang ada terkontaminasi oleh bebatuan. Nantinya hal ini dapat menunjukkan bahwa beberapa bintang yang mirip dengan matahari, bahkan yang jauh lebih besar, seperti Vega, akhirnya menjadi white dwarf yang memiliki tata surya.
Ada pula indikasi bahwa materi bebatuan di white dwarf juga mengandung air. White dwarf memiliki atmosfer yang mengandung helium, tapi ternyata juga ada kandungan hidrogennya. Dua elemen itu dapat membentuk air. "Bebatuan yang mengantarkan logam mungkin juga membawa hidrogen," kata Farihi.
Hidrogen menunjukkan bahwa bebatuan itu mengandung air, sebuah elemen penting bagi kehidupan. Menemukan tanda-tanda oksigen di atmosfer white dwarf akan mendukung penelitian ini. Tapi, kata Farihi, dibutuhkan teleskop Hubble untuk menemukan tanda-tanda tersebut. (Pri/SPACE/OL-04)
Sabtu, 17 April 2010
Ribuan UFO Seukuran Bumi Mendekati Matahari
Jika UFO ini adalah planet atau asteroid yang lebih besar dari komet, maka seharusnya sama seperti dengan kejadian komet yang baru-baru ini terjadi, seharusnya telah ditarik oleh gaya gravitasi matahari yang sangat kuat. ” Fisikawan kuantum Nassim Haramein juga menolak dugaan itu adalah komet, dia berkata jika itu adalah sebuah komet, maka komet sebesar itu seharusnya kita dapat melihat jelas ekor komet.
Penjelasan NASA: kegagalan peralatan
Menurut laporan jaringan media asing Examiner, pada awalnya NASA masih mempublikasikan foto atau video ini pada situs web-nya, tetapi kemudian mencabutnya dengan suatu alasan yang belum diketahui! Ilmuwan, proyeksi tiga dimensi NASA Dr Joe Gurman menjelaskan bahwa benda-benda UFO ini adalah karena terjadi gangguan pada peralatan NASA, fenomena yang terbentuk akibat super-terkompresi.
Gurman mengatakan, ” logger data dari pusat DSN pada 18 Januari 2010 gagal, persis pad hari itu mulai di sekitar matahari muncul gelombang UFO.” Gurman mengatakan karena pusat logger data DSN timbul gangguan, foto UFO yang terlihat itu adalah karena dikompresi menjadi ” Beacon pattern” (dekat real-time, kompresi dangat besar, 512 × 512 atau lebih kecil), bukanlah pemutaran telemetri Image normal (mode alat tsb 2048 × 2048 masih dapat dikompresi ). Dia mengatakan bahwa karena adanya perbedaan dalam data kompresi mebuat orang merasakan seperti melihat UFO.
Namun, orang-orang yang menerima surat dari Gurman tidak ada yang menganggap bahwa penjelasan NASA dapat dipercaya.
Peradaban Luar Sedang Mendeteksi dan Memasuki sistem Tata Surya Kita
Fisikawan kuantum Nassim Haramein memperoleh foto dan video asli sebelum NASA menghapusnya, bahkan melakukan sebuah analisis dari sudut pandang fisika kuantum, dia menjelaskan dalam video yang yang berdurasi sekitar 10-menit, UFO yang lebih kecil dan lebih besar dari bumi ini sebenarnya adalah pesawat ruang angkasa raksasa alien atau pesawat ruang angkasa raksasa yang mampu melintasi ruang dan waktu, pesawat ruang angkasa asing ini menggunakan matahari sebagai singularitas lubang hitam atau gerbang bintang, untuk mengunjungi tata surya kita. Mr Haramein menganggap data tiga-dimensi pesawat UFO raksasa yang diperoleh NASA ini membuktikan bahwa peradaban extraterrestrial menggunakan kapal terbang sebesar planet bumi ini melalui pintu bintang matahari masuk ke dalam sistem tata surya kita.
Nassim Haramein mengatakan bahwa di sekitar matahari sering muncul UFO. Dan bukan hanya satu, tetapi adalah sebuah formasi lengkap. Sebenarnya, apakah NASA atau Pemerintah Amerika Serikat sangat menyadari hal ini, bahwa ada teknologi yang menguasai peradaban luar bumi yang luar biasa, dan memungkinkan pesawat ruang angkasa untuk menahan suhu tinggi dekat matahari. Namun, Pemerintah Amerika Serikat takut untuk mengakui kenyataan ini, dan masih tidak dapat memutuskan bahwa apa yang akan mereka lakukan.
NASA Sedang Menyembunyikan Apa?
Mengapa NASA harus mengganti materi foto dan video? Apa sebenarnya yang ingin mereka sembunyikan? Apakah umat manusia takut dirinya tidak bisa menghadapi peradaban makhluk luar angkasa berteknologi tinggi seperti ini?
Fisikawan kuantum Nassim Haramein, mengatakan setelah dia melihat benda-benda terbang ini, dia menulis surat melalui e-mail dikirim ke NASA, menanyakan ke orang-orang di NASA benda apakah ini yang mereka perkirakan. Setalah itu NASA kemudian menghapus video di situs web.
Pada tahun 1984,. mantan Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan dalam pidato pelantikan presiden, pernah mengatakan kepada publik perkataan seperti ini: “bapak-bapak dan Ibu-ibu, masa depan semua yang tertulis dalam” alkitab “. Kata-kata Presiden Reagan, membuat media dunia internasional berspekulasi bahwa apa maksud perkataannya itu? Beberapa orang menduga bahwa kata-kata Reagan mungkin berhubungan dengan prediksi tentang nasib akhir umat manusia. Patut dicatat adalah bahwa setelah Reagan terpilih kembali sebagai presiden, pernah tiga kali dalam kesempatan yang tidak-biasa, mengungkapkan beberapa kekhawatirannya.
Pada tahun 1985,. mantan Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan, dalam pertemuan dengan mantan pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev , mengingatkan kepadanya: “manusia harus was-was terhadap ancaman mendadak yang datang dari makhluk tertentu dari planet lain alam semesta.”
16 Februari 1987, dalam sebuah konferensi Komite Pusat Partai Komunis Soviet yang diselenggarakan di Kremlin di Moskow, Gorbachev telah mengkonfirmasi: “Dalam pertemuan di Jenewa, presiden AS pernah mengatakan bahwa jika bumi diinvasi oleh makhluk asing, Amerika Serikat dan Uni Soviet harus bersatu untuk melawan invasi yang mirip seperti itu… … ”
21September 1987, di pertemuan reguler Majelis Umum PBB ke- 43, Presiden Reagan sekali lagi mengingatkan kita: “Ada ancaman yang lebih menakutkan dibandingkan dengan perang beragai bangsa di bumi dengan dunia luar?”
Menyiratkan Luasnya Peradaban Extraterrestrial
Jika data asli NASA (penggantian foto) itu benar, maka 18 Januari 2010 gelombang munculnya ribuan kapal UFO raksasa, itu menunjukkan pengungkapan peradaban luar bumi pada tahun 2010 akan memiliki implikasi luas. Setidaknya ada beberapa hal seperti berikut ini:
* kita tidak bisa mengharapkan NASA untuk mengekspos peradaban extraterrestrial, dan kegagalan peralatan yang dikatakan Gurman tidak masuk akal, sulit diyakini. Dan juga tidak jelas alasannya NASA menghapus foto-foto UFO ini di situsnya, ini jelas menyembunyikan sesuatu.
* fisikawan kuantum Nassim Haramein memberikan penjelasan yang masuk akal: peradaban extraterrestrial sedang mendeteksi dan memasuki tata surya. Ia menganggap, NASA memperoleh data tiga-dimensi UFO raksasa tersebut membuktikan bahwa peradaban luar bumi menggunakan kapal ruang angkasa yang begitu besar melalui pintu bintang matahari atau lubang hitam singularitas masuk ke sistem tata surya kita.
* Pada 18 Januari tahun 2010, munculnya sekelompok besar armada kapal di sekitar matahari, dapat dikatakan peradaban extraterrestrial yang menampakkan diri, dan dalam peradaban mereka memiliki sebuah pesawat ruang angkasa yang besarnya seukuran bumi.
* pesawat ruang angkasa yang melalui pintu bintang matahari atau titik tunggal ke dalam tata surya, memiliki kapasitas untuk memberikan bantuan darurat kepada manusia pada saat yang diperlukan, sehingga kemampuan seperti ini untuk memecahkan aturan alam semesta, “non-intervensi”. (Dajiyuan/lim) ref: http://erabaru.net/featured-news/48-hot-update/11444-ribuan-ufo-raksasa-mengelilingi-matahari-menampakkan-peradaban-luar-bumi-
Minggu, 21 Maret 2010
Lubang Lubang Bumi Yang menakjubkan
mirny diamond mine,Siberia
kimberley big hole – south africa
glory hole – monticello dam
bingham canyon mine, utah
Supossedly
great blue hole, belize
diavik mine, canada
sinkhole, guatemala
Guatemala: dan telah membunuh 3 orang
Jumat, 19 Maret 2010
Misteri Hilangnya Cincin Planet Saturnus

“Cincin-cincin Saturnus telah menipis sekali dalam setahun ini”, katanya. Daerah Cassini atau Cassini Division (suatu daerah gelap dalam cincin Saturnus yang dinamakan Cassini) mulai sulit diamati. Fenomena yang sama terjadi empat ratus tahun lalu dan sempat memusingkan Galileo, sebagai orang pertama yang pada tahun 1610 menemukan cincin-cincin Saturnus melalui teropong primitifnya. Dia sangat tercengang ketika mendapati cincin-cincin tersebut menyempit sedikit setahun berikutnya.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Sekarang, kejadian yang sama adalah: kita mengalami suatu “pelintasan bidang cincin” (ring plane crossing). Ketika sedang dalam perjalanannya mengelilingi Matahari, Saturnus membelokkan cincinnya menjadi sejajar dengan garis pandang dari Bumi (edge-on) setiap 14-15 tahun sekali. Karena cincinnya yang sangat tipis, mereka bisa tidak teramati jika dilihat melalui teleskop kecil.
Dalam bulan-bulan berikut ini, cincin Saturnus akan menjadi semakin tipis sampai akhirnya mereka “hilang” pada 4 September 2009 nanti. Ketika hal ini terjadi pada 1612, Galileo mengabaikan studinya akan planet. Padahal, kita ketahui kemudian, saat-saat “pelintasan bidang cincin” seperti ini merupakan waktu yang baik untuk menemukan satelit-satelit dan cincin luar Saturnus yang baru. Selain itu, saat demikian juga merupakan waktu yang baik untuk melihat kutub utara Saturnus yang biru. Pada tahun 2005, wahana antariksa Cassini terbang di atas belahan utara Planet Saturnus dan menemukan bahwa langit di sana sebiru langit Bumi sendiri. Selama bertahun-tahun, hanya Cassini yang bisa menikmati pemandangan ini, karena dari Bumi, bagian atas Saturnus yang biru tertutupi oleh cincin-cincin Saturnus.
Galileo sendiri tidak pernah memahami sifat dasar alamiah dari cincin-cincin Saturnus. Dia tidak mengetahui bahwa mereka sebenarnya merupakan kumpulan satelit-satelit kecil yang mengorbit dalam bidang orbit piringan, berukuran dari debu hingga sebesar bulan kita (Kemungkinan cincin-cincin ini merupakan debris atau puing-puing dari satelit yang hancur, tetapi para ilmuwan sendiri masih belum yakin benar akan hal ini). Melalui teleskop abad 17-nya, cincin tersebut lebih menyerupai telinga atau semacam cuping planet.
Meskipun demikian, intuisinya mengarahkan Galileo untuk membuat prediksi yang tepat, bahwa cincin-cincin yang hilang ini akan kembali. Dan dia benar. Cincin Saturnus kembali tampak, dan para ilmuwan menyimpulkan penelitiannya. Pada tahun 1659, secara tepat Christiaan Huygens menjelaskan peristiwa menghilangnya cincin yang periodik selama terjadinya “pelintasan bidang cincin” atau “ring plane crossing” ini. Pada tahun 1660, Jean Chapelain mengatakan bahwa cincin Saturnus bukan merupakan benda padat, tetapi terbuat dari partikel-partikel kecil yang sangat banyak dan masing-masing mengorbit Saturnus secara independen. Selama dua ratus tahun, usulannya sempat tidak diterima secara luas, sebelum ternyata terbukti benar.
NASA
Cincin-cincin Saturnus sangat lebar tetapi juga sangat tipis. Para astronom menggunakan Teleskop Hubble untuk menangkap citra Saturnus dengan posisi cincin datarnya ini (edge-on) pada tahun 1995. Obyek terang seperti bintang pada bidang cincin yang terlihat pada gambar merupakan satelit-satelit es. Kredit Gambar : NASA
Tidak perlu bersedih hati dengan “musibah hilangnya” cincin Saturnus ini. Saturnus masih merupakan obyek yang indah untuk dilihat melalui teleskop yang kecil sekalipun. Malah, minggu ini sebenarnya merupakan minggu yang baik untuk mengamati Saturnus. Pada Selasa, 18 Maret dan Rabu, 19 Maret, Bulan yang hampir purnama dan Saturnus akan berada satu garis pada bagian yang sama di langit senja. Hal ini membuat Saturnus menjadi mudah dicari, tidak seperti biasanya. Setelah Matahari terbenam, lihatlah daerah sdi ekeliling Bulan, dan voila! Saturnus terlihat seperti “bintang emas” terang di dekat Bulan.
Jika Anda melewati momen 18-19 Maret ini, coba lihat kembali 14-15 April. Bulan dan Saturnus akan berada berdekatan dan cincin Saturnus bahkan menjadi lebih sempit. minggu yang baik untuk mengamati Saturnus. Pada Selasa, 18 Maret dan Rabu, 19 Maret, Bulan yang hampir purnama dan Saturnus akan berada satu garis pada bagian yang sama di langit senja.
Hal ini membuat Saturnus menjadi mudah dicari, tidak seperti biasanya. Setelah Matahari terbenam, lihatlah daerah sdi ekeliling Bulan, dan voila! Saturnus terlihat seperti “bintang emas” terang di dekat Bulan. Jika Anda melewati momen 18-19 Maret ini, coba lihat kembali 14-15 April. Bulan dan Saturnus akan berada berdekatan dan cincin Saturnus bahkan menjadi lebih sempit.
Categories
- Antariksa (37)
- CROP CIRCLES (4)
- Fenomena (56)
- Sci-Fi (16)
- Science (35)
